Mengenal Lebih Dalam Tentang Dermatitis Kontak dan Cara Pengobatannya

Dermatitis kontak adalah kondisi kulit yang umum terjadi yang disebabkan oleh paparan langsung terhadap zat tertentu yang menyebabkan reaksi alergi atau iritasi. Ini adalah salah satu gangguan kulit yang paling umum di dunia, mempengaruhi jutaan orang setiap tahunnya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara mendalam tentang dermatitis kontak, termasuk penyebab, gejala, diagnosis, dan cara pengobatannya.

Apa Itu Dermatitis Kontak?

Dermatitis kontak terbagi menjadi dua jenis utama: dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritatif.

Dermatitis Kontak Alergi

Dermatitis kontak alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat tertentu sebagai benda asing yang berbahaya. Setelah terjadi kontak pertama dengan zat tersebut, tubuh mengembangkan respons alergi. Ketika terjadi kontak lagi, reaksi alergi akan terjadi, menyebabkan peradangan pada kulit.

Contoh umum zat yang dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi adalah:

  • Nikel, yang sering ditemukan dalam perhiasan, kancing pakaian, dan peralatan rumah tangga.
  • Parfum atau pewangi yang digunakan dalam produk perawatan pribadi.
  • Latex, yang sering digunakan dalam sarung tangan medis dan produk karet lainnya.

Dermatitis Kontak Iritatif

Dermatitis kontak iritatif terjadi ketika kulit terpapar langsung dengan zat-zat yang merusak atau mengiritasi kulit. Ini bisa terjadi setelah paparan sekali atau berkali-kali dengan zat tertentu.

Contoh zat yang dapat menyebabkan dermatitis kontak iritatif meliputi:

  • Sabun atau deterjen yang mengandung bahan kimia keras.
  • Bahan kimia industri seperti asam dan pelarut.
  • Air yang kandungan pH-nya tidak seimbang, seperti air kolam renang yang terlalu klorin.

Gejala Dermatitis Kontak

Gejala dermatitis kontak dapat bervariasi tergantung pada jenis dermatitis dan zat penyebabnya. Namun, beberapa gejala umum yang mungkin Anda alami termasuk:

  • Kemerahan pada kulit.
  • Gatal atau sensasi terbakar.
  • Pembengkakan atau pembentukan lepuhan.
  • Kulit kering atau pecah-pecah.
  • Ruam atau bintik-bintik merah.

Gejala biasanya muncul di area di mana kulit telah terpapar langsung dengan zat penyebab dermatitis kontak.

Diagnosis Dermatitis Kontak

Untuk mendiagnosis dermatitis kontak, dokter kulit biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengumpulkan riwayat medis pasien. Mereka juga dapat melakukan tes tambahan, termasuk tes kulit dan tes darah, untuk menentukan apakah terjadi reaksi alergi terhadap zat tertentu.

Tes kulit, seperti tes goresan kulit atau tes tusuk, dilakukan dengan mengoleskan sejumlah kecil zat yang diduga sebagai penyebab alergi pada kulit dan kemudian menunggu untuk melihat apakah terjadi reaksi alergi.

Tes darah juga dapat dilakukan untuk mengukur tingkat antibodi spesifik dalam darah yang menunjukkan adanya alergi terhadap zat tertentu.

Pengobatan Dermatitis Kontak

Pengobatan dermatitis kontak bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya flare-up di masa depan. Pengobatan dapat mencakup:

1. Menghindari Paparan Zat Penyebab

Langkah pertama dalam pengobatan dermatitis kontak adalah menghindari paparan dengan zat-zat yang menyebabkan reaksi kulit. Ini mungkin melibatkan menghindari produk-produk tertentu atau menggunakan perlindungan saat berinteraksi dengan zat-zat tersebut.

2. Penggunaan Krim atau Salep Topikal

Dokter kulit dapat meresepkan krim atau salep topikal yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan gatal pada kulit.

3. Obat Antihistamin

Jika gatal parah merupakan gejala utama, dokter juga dapat meresepkan obat antihistamin untuk membantu meredakan gatal.

4. Terapi Cahaya Ultraviolet

Pada kasus dermatitis kontak yang parah dan kronis, terapi cahaya ultraviolet (phototherapy) dapat direkomendasikan oleh dokter. Terapi ini melibatkan paparan kulit terhadap cahaya ultraviolet dalam pengaturan medis.

5. Perawatan Kulit yang Lembut

Selain pengobatan medis, penting juga untuk merawat kulit dengan lembut. Ini termasuk menggunakan sabun dan deterjen yang lembut, menghindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia keras, dan menjaga kulit tetap lembap dengan menggunakan pelembap secara teratur.

Kesimpulan

Dermatitis kontak adalah kondisi kulit yang umum terjadi yang dapat disebabkan oleh berbagai zat, baik alergi maupun iritasi. Penting untuk mengidentifikasi zat-zat yang memicu reaksi kulit dan menghindari paparan dengan zat-zat tersebut. Jika Anda mengalami gejala dermatitis kontak, penting untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Dengan perawatan yang tepat, banyak orang dengan dermatitis kontak dapat mengelola gejalanya dan mencegah flare-up di masa depan.

Sumber:

Cahayu.care